LEMBAR KERJA MAHASISWA
(LKM)
PRAKTIKUM DASAR-DASAR GENETIKA
Laboratorium
Genetika dan Pembenihan Ikan
Jurusan
Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada
Tanggal : 31
Maret 2015
Nama : Haditiya Rayi Setha Ahmad
NIM/Prodi : 13308/Teknologi Hasil Perikanan
Asisten : Bagash P Kurniadi
Delliana Puspitasari H
A.
ACARA
Preparasi Kromosom
B.
TUJUAN
1. Untuk mengetahui sedang memasuki fase apa pembelahan sel pada sampel ikan.
2. Untuk mengetahui cara kerja preparasi kromosom.
C.
TINJAUAN
PUSTAKA
Bagian terkecil dari makhluk hidup dinamakan sel. Sel dari
makhluk hidup multiseluler terdiri atas membran, sitoplasma dan inti sel. Di
dalam inti sel terdapat kromosom yaitu benda-benda halus yang berbentuk batang,
panjang atau pendek, lurus atau bengkok. Kromosom menempatkan diri dibidang
tengah sel (Suryo, 1997). Kromosom dapat terlihat jelas selama tahap-tahap
tertentu dari pembelahan inti, yang biasanya digambarkan pada tahap metaase
(Crowder, 1997).
Meiosis atau pembelahan reduksi adalah
pembelahan sel yang menghasilkan sel anakan dengan jumlah kromosom setengah
jumlah kromosom sel induk. Pembelahan meiosis sangat penting bagi
organisme yang berkembang biak secara seksual, yaitu dalam proses pembentukan
gamet (gametogenesis). Pembelahan meiosis berlangsung dalam dua tahap
pembelahan, yaitu meiosis I dan meiosis II. Pada meiosis I terjadi reduksi
(pengurangan) jumlah kromosom, sedangkan pada meiosis II terjadi proses sama
dengan pembelahan mitosis. Pembelahan mitosis
adalah pembelahan sel yang terjadi pada sel somatis (sel-sel penyusun
tubuh). Pada pembelahan mitosis setiap sel induk yang diploid (2n) menghasilkan
dua sel anak yang tetap diploid (2n). Jumlah kromosom sel anak sama dengan
jumlah kromosom sel induknya. Pada pembelahan
mitosis, sel tidak langsung membelah menjadi dua, tetapi melalui beberapa fase
(tahap), yaitu profase, metafase, anafase, dan telofase (Yatim, 1983)
Kromosom
adalah sekumpulan gen (DNA) dalam inti sel yang yang berperan dalam pewarisan
sifat keturunan. Gen-gen menempati posisi tertentu (lokus) dalam kromosom dan
mengandung cetak biru berupa kode sifat biologis untuk memproduksi fenotipe.
Panjang rangkaian DNA akan menentukan ukuran kromosom dan hal ini bervariasi
antara suatu spesies dengan spesies yang lain. Panjang kromosom berkisar antara
0,2-20 mikron. Kromosom yang terdapat dalam sebuah sel haploid tidak pernah
sama ukurannya. Kromosom yang memiliki bentuk yang sama disebut homoloog dan
biasa terdapat pada sel diploid (Denton, 1973).
Berdasarkan
tipe, kromosom terdiri dari autosom dan gonosom (kromosom seks). Kromosom seks
digunakan untuk menentukan jenis kelamin. Sepasang kromosom seks ikan jantan
dan betina berbeda secara morfologi. Kromosom seks ini sangat sulit dideteksi,
oleh karena itu sebelum pembuatan preparat kromosom sebaiknya telah diketahui
jenis kelamin ikan yang digunakan. (Suryo, 2007).
D. ALAT DAN BAHAN
Alat : Bahan:
1.
Secting
set 1. Sampel jaringan ikan (lamella)
2.
Piring preparat 2. Aquadest
3.
Pipet tetes 3. NaCl 0.5 %
4.
Object
glass 4. Kolkhisin 0,01 %
5.
Microskop 5. Carnoy (3
methanol : 1 asam asetat)
6.
Sentrifuge 6. Giemsa 3%
7. Microtube 7. Kertas label dantisu
8.
KCL 0,36 %
E.
CARA
KERJA
F.
HASIL
DAN PEMBAHASAN
|
Kelompok
|
Sampel I
|
Sampel II
|
|
I (Profase)
|
Interfase
|
Telofase
|
|
II (Metafase)
|
Profase
|
Interfase
|
|
III (Anafase)
|
Metafase
|
Telofase dan Anafase
|
|
IV (Telofase)
|
Profase
|
Interfase
|
|
V (Interfase)
|
Interfase
|
Interfase
|
Preparasi kromosom merupakan
sebuah kegiatan membuat preparat kromosom dari sel yang aktif membelah.
Kromosom dapat diamati pada sel jaringan yang kecepatan pembelahan selnya
tinggi. Prinsip preparasi kromosom adalah untuk mendapatkan sel pada tahap metafase
dengan cara menghentikan pembelahan sel (Pack & Constantinte, 2002).
Preparasi kromosom dapat dilakukan dengan menggunakan metode Levan. Prinsip
kerja dari acara preparasi ini adalah membuat preparat kromosom dengan cara
menghentikan proses pembelahan sel yang terjadi dengan menggunakan larutan
kolkhisin. Perlakuan yang dilakukan pada proses preparasi kromosom meliputi
penghentian pembelahan sel, perlakuan dengan hipotonik, fiksasi, pewarnaan, dan
pembuatan preparat. Masing-masing perlakuan tersebut memiliki tujuan tertentu.
Tahapan-tahapan
yang dilakukan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut, mula-mula sampel
diambil dari jaringan insang ikan sebanyak 2 lamella. Jaringan insang dipilih
karena merupakan salah satu jaringan yang cukup aktif melakukan pembelahan,
sehingga pada jaringan ini akan banyak dijumpai sel-sel yang aktif membelah.
Kemudian preparat digenangi dengan larutan NaCl 0,05% selama 15 menit.
Perlakuan ini berfungsi untuk membersihkan jaringan dari bakteri dan yang
lainnya karena larutan ini bersifat desinfektan. Selanjutnya preparat direndam
dalam kolkhisin 0,01% selama 5 menit yang bertujuan untuk menghentikan
pembelahan sel. Setelah itu preparat direndam dengan larutan KCl 0,36% sambil
dicacah selama 30 menit. Perlakuan ini bertujuan untuk membuat sel membengkak
agar mudah diamati dalam mikroskop. Hal ini dapat terjadi karena KCl bersifat
hipotonis. Pencacahan dilakukan untuk mencegah terjadinya penumpukan sel
sehingga sel akan lebih mudah untuk diamati.
Kemudian preparat dipindah ke mikrotube dan
disentrifuge dengan kecepatan 800 rpm selama 5 menit. Hal ini bertujuan untuk
memisahkan sel dari larutan dengan mengandlakan prinsip pemisahan berdasarkan
perbedaan berat jenis yang terdapat pada alat sentrifuge. Lalu supernatan
diganti dengan larutan carnoy, setelah itu di sentrifuge dengan kecepatan 800
rpm selama 5 menit. Larutan carnoy berfungsi untuk fiksasi yaitu untuk
mempertahankan bentuk dan keutuhan kromosom. Setelah itu ambil pellet dari
preparat tersebut dan dioleskan pada cover glass. Lalu dilakukan pewarnaan
dengan giemsa 20% selama kurang lebih 3 menit. Fungsi dari larutan giemsa
adalah untuk memberikan warna pada
sampel agar lebih mudah diamati pada mikroskop. Giemsa merupakan pewarna
yang paling sering digunakan untuk mewarnai kromosom meskipun mekanisme
pewarnaannya tidak bersih (Kirpichnikov,
1981). Kemudian ditungu hingga cat giemsa benar-benar
kering agar menempel pada objek gelas lalu dicuci dengan akuades untuk
menghilangkan bahan lain yang tidak diinginkan.
Hasil pengamatan preparasi kromosom, didapatkan sel sedang memasuki fase
profase, metafase, anafase, telofase dan interfase. Berikut ini adalah gambar
hasil pengamatan dan penjelasannya :
1.
Profase
Pada gambar tampak sel sedang memasuki tahap profase. Profase adalah
proses awal pembelahan mitosis yang ditandaidengan memendek dan menebalnya
kromosom dan meleburnya inti. (Hartl & Jones, 2005). Tahap profase adalah
tahap awal dimulainya pembelahan. Profase ditandai dengan mulai menghilangnya
membran inti sel dan benang kromatin mulai mengalami penebalan dan pemendekan
membentuk kromosom. Kromosom membentuk pasangan dari hasil duplikasinya
membentuk kromatid. Pada tahap ini dengan menggunakan mikroskop cahaya, Anda
dapat melihat dengan jelas bentuk kromosom. Membran inti yang menghilang akan
diikuti dengan terbentuknya benang gelendong yang berasal dari mikrotubula di
sitoplasma. Benang spindel ini akan membentang dari kutub-kutub pembelahan sel
dan memegang sentromer dari setiap kromosom. Bagian sentromer yang berikatan
dengan spindel ini dinamakan kinetokor yang merupakan bagian dari protein
sentromer. Benang spindel akan berusaha untuk menarik kromosom menuju bidang
pembelahan (bidang ekuator).
2.
Metafase
Pada gambar terlihat sel sedang memasuki fase
metafase. Metafase adalah fase terbentuknya benang-benang spindel. Bendang
spindel berperan dalam pemisahan sister kromatid yang dicirikan dengan
berjajarnya kromosom pada bidang equator sel (Hartl & Jones, 2005). Pada
tahap metafase, pasangan kromatid bergerak ke arah bidang pembelahan. Kromatid
terbentuk bergerak ke arah kutub yang berlawanan, namun tetap berikatan pada
benang spindel. Kromatid akan membentuk garis hitam di sepanjang bidang
pembelahan. Setelah kromatid tiba di bidang pembelahan, kinetokor akan memisah.
3.
Anafase
Gambar disamping
menunjukkan sel sedang mengalami fase anafase dan telofase. Anafase adalah
proses pemisahan sister kromatid yang dilakukansaat semua
kromosom telah bergerak ke tengah sel
dan benang spindel dari tiap kutub menarik sentromer
(Hartl & Jones, 2005). Pada tahap anafase, sentromer mulai berpisah dan
bergerak ke arah berlawanan menuju kutub masing-masing. Benang spindel
menggerakan kedua kromosom yang berpisah ini menuju kutub berlawanan
meninggalkan bidang pembelahan. Tahap ini diakhiri jika setiap kromosom yang
berpisah telah mencapai kutub masing-masing.
4.
Telofase
Pada gambar disamping sel sedang memasuki tahap telofase. Telofase
adalah proses penyusunan membran inti baru pada kromosom anak dan
menghilangnya benang spindle (Hartl & Jones, 2005). Tahap telofase diawali
dengan berhentinya gerakan kromosom menuju kutub pembelahan. Pada tahap ini,
keadaan sel kembali normal. Membran inti kembali terbentuk dan benang spindel
akan menghilang menjadi mikrotubula biasa. Pada bidang pembelahan akan terjadi
penebalan plasma yang dilanjutkan dengan proses sitokinesis atau pembelahan
sitoplasma sel.
5. Interfase
Gambar disamping menunjukkan sel sedang
memasuki fase interfase. Saat interfase sel tidak membelah melainkan aktif
melakukan metabolisme untuk pertumbuhan dan pembentukan energi untuk pembelahan
mitosis berikutnya. Stadium
interfase dibedakan atas beberapa fase yaitu G1, S dan G2. Secara spesifik,
pada tahap G1 ukuran sel bertambah besar akibat pertumbuhan sel. Pada tahap S,
terjadi duplikasi kromosom dan sintesis DNA (replikasi DNA). Kromosom yang
semula tunggal akhirnya berubah menjadi ganda. Pada tahap G2, sel tumbuh
sempurna sebagai persiapan untuk pembelahan sel. Pada fase ini, ADN cepat
sekali bertambah kompleks dengan protein kromosom dan pembentukan ARN (asam
ribonukleat) serta protein berlangsung.
G.
KESIMPULAN
DAN SARAN
Kesimpulan
1. Hasil
pengamatan preparasi kromosom pada sampel ikan didapatkan bahwa sel sedang
mengalami fase profase, metafase, anafase, telofase dan interfase
2. Dalam
pengamatan preparasi kromosom dilakukakn beberapa perlakuan yaitu jaringan
insang ikan diambil, direndam dalam larutan NaCl, lalu direndam dalam larutan
kolkhisin untuk menghentikan pembelahan sel, perendaman dalam larutan KCl untuk
membuat sel mengembang, lau direndam dalam larutan Carnoy untuk fiksasi bentuk
sel, kemudian diambil pellet dan yang terakhir pewarnaan dengan menggunakan
larutan giemsa.
Saran
Dalam pelaksanaan
praktikum metode yang digunakan cukup mudah, apabila memungkinkan dapat
menggunakan metode lain agar didapat hasil yang bisa dibandingkan dengan metode
ini.
H.
DAFTAR
PUSTAKA
Crowder, L.V.
1997. Genetika Tumbuhan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Denton, T.E.
1973. The Fish Karyotype. In : Chromosome Methodology. Charles C. Thomas
Publisher. Illinois.
Hartl, D. L.
& E. W. Jones. 2005. Genetics: Analysis
of genes and genomes. 6th ed. Jones and Bartlett
Publishers Inc., Massachusetts.
Kirpichnikov,
V.S. 1981. Genetic Bases of Fick Selection. Springer-Verlag Birlim Huidenberg.
New York.
Pack, S.D.
dan Constantine, A.S. 2002. Chromosomes : Methods of Preparation. Macmillan
Publisher Ltd. USA.
Suryo. 1997.
Genetika Manusia. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Suryo. 2007.
Sitogenetika. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Yatim, W.
1983. Genetika. Tarsito. Bandung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar